Semarak Literasi di Desa Tanggan, Lomba Membaca Nyaring Jadi Ruang Ekspresi Siswa SD

Sragen, 1 September 2026 – Suasana Balai Desa Tanggan, Kecamatan Gesi, Kabupaten Sragen, terasa berbeda pada 4 Agustus 2026. Pagi itu, tempat yang biasanya menjadi ruang pelayanan masyarakat berubah menjadi panggung bagi anak-anak sekolah dasar untuk menunjukkan kemampuan membaca dan keberanian mereka tampil di hadapan orang lain.

Melalui Lomba Membaca Nyaring, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) menghadirkan ruang bagi siswa-siswi sekolah dasar di Desa Tanggan untuk mengembangkan kemampuan literasi dengan cara yang menyenangkan. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian program kerja literasi yang dilaksanakan kelompok KKN UNS selama berada di Desa Tanggan.

Lomba dimulai pukul 09.00 WIB dan diikuti oleh perwakilan sekolah dasar yang berada di Desa Tanggan. Setiap sekolah mengirimkan lima hingga tujuh siswa untuk berpartisipasi. Sebanyak kurang lebih 14 peserta kemudian tampil membacakan buku yang sebelumnya telah disiapkan dan diberikan oleh mahasiswa KKN UNS.

Tidak sekadar membaca, peserta juga ditantang untuk memahami bacaan yang mereka bawakan. Setelah membaca, mereka diberikan kesempatan untuk mengulas kembali isi buku tersebut menggunakan pemahaman dan bahasa mereka sendiri. Dengan demikian, kegiatan tidak hanya melatih kelancaran membaca, tetapi juga mendorong siswa memahami serta mampu menyampaikan kembali informasi yang telah mereka baca.

Penampilan para peserta dinilai oleh juri yang merupakan perwakilan dari pihak Kecamatan Gesi. Beberapa aspek menjadi perhatian dalam penilaian, mulai dari ekspresi, intonasi, kelancaran membaca, hingga kemampuan peserta dalam mengulas kembali isi buku.

Dari total semua peserta yang berkompetisi, tiga siswa berhasil menjadi pemenang. Ketiganya berasal dari SD Tanggan 3, yaitu Khofifah Nikmatul Hasanah, Rafanda Aqila Putriyana, Azkadina Kirey Agusta. Pencapaian tersebut menjadi bentuk apresiasi atas keberanian dan kemampuan peserta dalam menunjukkan keterampilan literasi mereka di hadapan juri dan peserta lainnya.

Kegiatan ini diharapkan tidak berhenti sebagai sebuah perlombaan. Lebih dari itu, lomba membaca nyaring menjadi upaya untuk menumbuhkan kebiasaan membaca, keberanian menyampaikan gagasan, serta kemampuan memahami informasi sejak usia dini.

Program literasi yang dilaksanakan dengan dukungan penuh dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia ini menjadi pengingat bahwa kesempatan untuk memperoleh dan mengembangkan kemampuan literasi merupakan hak setiap anak. Letak geografis maupun kondisi demografis tidak seharusnya menjadi penghalang. Dari Desa Tanggan, semangat untuk menumbuhkan generasi yang gemar membaca dan melek literasi terus digaungkan sejak dini.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *